Ceftriaxone: Antibiotik Spektrum Luas untuk Berbagai Infeksi

Posted on

Ceftriaxone, antibiotik spektrum luas, telah menjadi pilihan pengobatan utama untuk berbagai infeksi bakteri. Sifat farmakologisnya yang unik dan mekanisme kerjanya yang efektif menjadikannya pilihan yang dapat diandalkan untuk mengatasi infeksi yang mengancam jiwa.

Dengan profil keamanannya yang baik dan kemudahan pemberiannya, ceftriaxone telah merevolusi pengobatan penyakit infeksi. Artikel ini akan mengeksplorasi secara mendalam komposisi, penggunaan, efek samping, dan pertimbangan penting lainnya seputar ceftriaxone.

Deskripsi Ceftriaxone

Ceftriaxone 1gm vial wfi inj gm antibiotic price

Ceftriaxone adalah antibiotik sefalosporin generasi ketiga yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri. Ia memiliki aktivitas bakterisidal yang luas terhadap bakteri gram positif dan gram negatif.

Komposisi Kimia dan Sifat Farmakologis

Ceftriaxone adalah senyawa sefalosporin yang memiliki cincin beta-laktam dan cincin dihidrotiazepin. Ia larut dalam air dan stabil pada pH 7,4.

Mekanisme Kerja

Ceftriaxone bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat protein pengikat penisilin (PBP). Hal ini mencegah pembentukan dinding sel bakteri yang sehat, sehingga menyebabkan lisis dan kematian sel bakteri.

Indikasi dan Kontraindikasi

Ceftriaxone adalah antibiotik sefalosporin generasi ketiga yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri.

Berikut adalah daftar infeksi yang diobati dengan Ceftriaxone:

  • Infeksi saluran pernapasan, termasuk pneumonia dan bronkitis
  • Infeksi saluran kemih, termasuk sistitis dan pielonefritis
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak, termasuk selulitis dan abses
  • Infeksi tulang dan sendi, termasuk osteomielitis dan artritis septik
  • Infeksi intra-abdominal, termasuk peritonitis dan abses hati
  • Infeksi menular seksual, termasuk gonore dan klamidia

Ceftriaxone dikontraindikasikan pada pasien dengan hipersensitivitas yang diketahui terhadap antibiotik sefalosporin.

Dosis dan Cara Pemberian

Dosis dan cara pemberian Ceftriaxone bervariasi tergantung pada indikasi, usia, dan berat badan pasien. Penting untuk mengikuti petunjuk dokter dengan cermat untuk memastikan dosis yang tepat dan efektif.

Dosis

Dosis Ceftriaxone biasanya diberikan sekali sehari melalui injeksi intravena atau intramuskular. Dosis umum untuk berbagai indikasi adalah sebagai berikut:

  • Infeksi kulit dan jaringan lunak:1-2 gram sekali sehari
  • Infeksi saluran kemih:1-2 gram sekali sehari
  • Infeksi tulang dan sendi:2 gram sekali sehari
  • Infeksi saluran pernapasan:1-2 gram sekali sehari
  • Gonore:Dosis tunggal 125 mg

Cara Pemberian

Ceftriaxone dapat diberikan melalui injeksi intravena atau intramuskular. Injeksi intravena biasanya dilakukan selama 2-4 menit, sedangkan injeksi intramuskular diberikan dalam suntikan dalam ke dalam otot besar, seperti otot gluteus atau deltoid.

Penting untuk mengikuti petunjuk dokter dengan cermat mengenai dosis, frekuensi, dan cara pemberian Ceftriaxone. Dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan pengobatan atau efek samping yang tidak diinginkan.

Efek Samping dan Interaksi Obat: Ceftriaxone

Penggunaan Ceftriaxone dapat menimbulkan efek samping tertentu, dan berpotensi berinteraksi dengan obat lain. Memahami efek samping dan interaksi obat ini sangat penting untuk memastikan penggunaan obat yang aman dan efektif.

Efek Samping Umum

  • Diare
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Reaksi di tempat suntikan
  • Demam
  • Ruam kulit

Interaksi Obat

  • Antikoagulan:Ceftriaxone dapat meningkatkan efek antikoagulan, meningkatkan risiko perdarahan.
  • Aminoglikosida:Penggunaan bersama dengan aminoglikosida dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.
  • Antasida:Antasida dapat menurunkan penyerapan Ceftriaxone, mengurangi efektivitasnya.

Kehamilan dan Laktasi

Ceftriaxone

Ceftriaxone umumnya aman digunakan selama kehamilan dan menyusui. Namun, penggunaan obat apa pun selama periode ini harus dipertimbangkan dengan cermat dan hanya dilakukan jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Studi pada hewan tidak menunjukkan adanya efek teratogenik (penyebab cacat lahir) atau embriotoksik (beracun bagi embrio) yang signifikan. Namun, penelitian pada manusia masih terbatas.

Penggunaan Selama Kehamilan

Ceftriaxone dapat menembus plasenta dan mencapai janin. Namun, tidak ada bukti adanya efek samping yang merugikan pada janin.

Penggunaan Selama Menyusui, Ceftriaxone

Ceftriaxone diekskresikan dalam air susu ibu dalam jumlah kecil. Meskipun tidak ada efek samping yang merugikan yang dilaporkan pada bayi yang disusui, penggunaan obat ini selama menyusui harus dipertimbangkan dengan hati-hati.

Pertimbangan Khusus

Ceftriaxone memerlukan pertimbangan khusus saat digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, serta untuk menghindari flebolitis.

Gangguan Fungsi Hati

Pada pasien dengan gangguan fungsi hati, penyesuaian dosis Ceftriaxone mungkin diperlukan. Konsentrasi Ceftriaxone yang lebih tinggi dalam darah dapat terjadi pada pasien dengan sirosis hati.

Gangguan Fungsi Ginjal

Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, dosis Ceftriaxone juga mungkin perlu disesuaikan. Penumpukan Ceftriaxone dapat terjadi pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal yang berat.

Pencegahan Flebolitis

Flebolitis adalah peradangan pada vena akibat penggunaan injeksi intravena. Untuk mencegah flebolitis saat menggunakan Ceftriaxone, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Gunakan larutan yang telah diencerkan dengan benar.
  • Injeksikan secara perlahan selama minimal 2-4 menit.
  • Gunakan jarum yang cukup besar (misalnya, 23 gauge atau lebih besar).
  • Hindari penggunaan pembuluh darah yang kecil dan rapuh.
  • Berikan kompres hangat pada tempat suntikan setelah injeksi.

Alternatif dan Obat Sejenis

Ceftriaxone injection 1g 250mg vial 500mg wfi bacterial injections drugs callback

Dalam beberapa kasus, Ceftriaxone mungkin tidak menjadi pilihan pengobatan yang sesuai. Berikut beberapa alternatif antibiotik dan obat sejenis yang dapat dipertimbangkan:

Antibiotik Alternatif

  • Azitromisin
  • Klaritromisin
  • Eritromisin
  • Doksisiklin
  • Levofloksasin

Obat Sejenis Ceftriaxone

  • Cefotaxime: Memiliki spektrum aktivitas yang serupa dengan Ceftriaxone dan dapat digunakan untuk mengobati berbagai infeksi.
  • Ceftazidime: Lebih efektif melawan bakteri Gram-negatif dibandingkan Ceftriaxone.
  • Cefepime: Memiliki aktivitas yang lebih luas dibandingkan Ceftriaxone, termasuk melawan bakteri resisten antibiotik.

Pemilihan antibiotik alternatif atau obat sejenis yang tepat akan bergantung pada jenis infeksi, riwayat pasien, dan resistensi antibiotik.

Ringkasan Terakhir

Ceftriaxone

Sebagai kesimpulan, ceftriaxone adalah antibiotik yang sangat efektif dengan spektrum aktivitas yang luas. Penggunaannya yang tepat sangat penting untuk mengobati infeksi bakteri yang serius dan mengancam jiwa. Pemahaman yang komprehensif tentang profil obat ini memungkinkan para profesional kesehatan untuk mengoptimalkan terapi pasien dan meningkatkan hasil pengobatan.

Kumpulan FAQ

Apa itu ceftriaxone?

Ceftriaxone adalah antibiotik generasi ketiga yang termasuk dalam kelas sefalosporin.

Bagaimana cara kerja ceftriaxone?

Ceftriaxone menghambat sintesis dinding sel bakteri, sehingga menyebabkan kematian sel.

Apa saja efek samping yang umum dari ceftriaxone?

Efek samping yang umum termasuk nyeri di tempat suntikan, mual, dan diare.

Siapa yang tidak boleh menggunakan ceftriaxone?

Ceftriaxone tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap sefalosporin atau penisilin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *